Skip to main content

Salah Fokus

Di suatu kota, ada seorang pemuda dengan jam tidur yang tak terarah. Kadang karena sibuk ngerjain tugas. Kadang nyelesaiin tugas organisasi. Kadang juga karena maraton nonton series. Bahkan sering banget terbangun dengan laptop di depannya sambil bingung sendiri, "Loh sejak kapan aku ketiduran?".

Singkat cerita, pemuda ini dengerin ceramah seorang ustadz di masjid yang bilang kalo shalat qabliyah subuh itu amalan yang dicintai banget sama Allah, bahkan kebaikannya melebihi dunia dan seisinya. Mendadak, hatinya menggebu-gebulah buat melaksanakan shalat subuh di awal waktu lengkap dengan qabliyahnya.

Malam itu, dia memasang alarm pukul 3.30, 3.40, 3.45 ... , (terus sampai adzan subuh pukul 04.00).


Tapi betapa kagetnya dia saat bangun tidur, "Loh kok udah jam 05.00?! Alarmku ga bunyi apa gimana sih?!"

Terus besoknya dia ganti suara alarm di ponselnya. Eh.. Hasilnya tetap sama. Besoknya lagi dia bahkan naikkin volume alarmnya ke batas maksimal. Tapi.. kok sama aja?!

Ternyata, dia terlalu sibuk mengatur caranya bangun, namun lupa mengatur caranya tidur.

Selama ini dia tetap tidur selepas jam 12 malam sambil berharap ada perubahan pada jam bangunnya. Selama ini fokusnya adalah pada cara dia bangun namun lupa mengatur caranya tidur.

Dan anehnya, sering kali kita terjebak hal yang sama dengan pemuda ini. Sibuk mengatur hasil namun lupa memperbaiki proses. Fokus kita terhadap hasil sedemikian besar sampai-sampai melupakan bahwa "hasil bukan dalam kekuasaan kita". Yang dalam kuasa kita adalah "usaha dan do'a".

Sebenarnya ini hal klasik nan sederhana yang sudah diajarkan ke kita sejak kecil. Namun semakin lama, kita semakin sadar bahwa ternyata mengatur fokus bukanlah perkara mudah.

Seperti pemuda ini, dia baru menyadari kesalahan prosesnya bahkan setelah 2 tahun. Dalam hal lain, bahkan kita butuh waktu lebih lama untuk menyadari titik mana yang tepat untuk diubah. 

Jadi, mungkin perlu kita bertanya lagi, "Ini aku beneran udah berusaha ga ya? Atau jangan-jangan aku hanya pura-pura berusaha, padahal sedang berharap saja (?)"


Comments

Popular posts from this blog

Dang Gedunai

    Long time ago in Riau, lived a kid named Dang Gedunai. He lived with his mother. Dang Gedunai was      a stubborn kid. His mother was sad. Dang Gedunai was her only child but he never made her happy. One day, Dang Gedunai went to the river to catch some fish. “Mother, I want to go to the river. I want to go fishing,” said Dang Gedunai to his mother. “It’s cloudy outside. Rain will soon fall. Why don’t you just stay at home?” said his mother. As always Dang Gedunai ignored her. He then went to the river.      It was very cloudy when he arrived at the river. Soon it was drizzling, but Dang Gedunai was still busy fishing. Later rain fell down heavily. Dang Gedunai finally gave up. However right before he left, he saw something shining in the river. It was a very big egg. Dang Gedunai then brought the egg home. His mother was surprised to see him brought a big egg. “What egg is that? Where did you find it?” she asked. “I found it...
PENGARUH LIMBAH PABRIK TERHADAP KUALITAS AIR DAN PENGELOLAANNYA KARYA TULIS DISUSUN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MENGIKUTI LOMBA KARYA TULIS JAMBORE NASIONAL   DISUSUN O L E H R. AMELIA SARI SMP NEGERI 1 RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG             Sebagimana kita ketahui, bahwa kita semua sangat membutuhkan air. Seperti untuk minum, cuci, mandi dan masih banyak lagi keperluan lainnya. Agar dapat hidup sehat, dibutuhkan pula air yang sehat dan berkualitas. Akan tetapi saat ini untuk mendapatkan air yang sehat dan berkualitas sangat sulit, karena pencemaran terjadi dimana-mana, mulai dari perkotaan sampai kepada pedesaan. Akhir-akhir ini pencemaran air sudah terjadi pula di daerah-daerah   perkebunan, seperti pada perkebunan sawit. Pendirian pabrik-pabrik ini bertujuan untuk memudahkan petani untuk menjual hasil perkebunan sawitnya, disampi...

Hidup bagiku

   Teman, tahukah kalian apa hidup itu sebenarnya? Hmm, entahlah. Pelik mungkin jawabannya dan mungkin akan banyak jawabnya.    Kadang aku bertanya sendiri "mengapa ada orang yang merelakan hidupnya untuk hal-hal yang tak perlu?" Entah berapa banyak pelajar yang putus sekolah hanya karena hamil diluar nikah. Tak terhitung banyaknya remaja yang mati bunuh diri karena cinta. Atau artis yang redup karirnya karena si narkoba. Bahkan kini ditambah dengan orang-orang yang sepertinya asyik sekali  meliuk-liukan tubuhnya, berjoget yang entah berapa banyak kini jenisnya, mulai dari: Gangnam style, YKS, bang jali, dan entah apalah itu namanya. Untuk apa?    Atau juga sering aku berfikir "untuk apa kita berbuat baik?". Membagi-bagikan harta kepada orang lain, shalat siang-malam, belajar, mengejar cita-cita, membuat tugas, menegur yang salah, menjadi orang yang (kalau bisa) 'sempurna'. Apa hal itu tidak membuang waktu juga? Kenapa tidak bersenang-senang sa...