PENGARUH LIMBAH PABRIK TERHADAP KUALITAS AIR
DAN PENGELOLAANNYA
KARYA TULIS
DISUSUN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT
MENGIKUTI LOMBA KARYA TULIS JAMBORE
NASIONAL
DISUSUN
O
L
E
H
R. AMELIA SARI
SMP NEGERI 1 RENGAT
KABUPATEN INDRAGIRI HULU
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagimana kita ketahui,
bahwa kita semua sangat membutuhkan air. Seperti untuk minum, cuci, mandi dan
masih banyak lagi keperluan lainnya. Agar dapat hidup sehat, dibutuhkan pula
air yang sehat dan berkualitas. Akan tetapi saat ini untuk mendapatkan air yang
sehat dan berkualitas sangat sulit, karena pencemaran terjadi dimana-mana,
mulai dari perkotaan sampai kepada pedesaan. Akhir-akhir ini pencemaran air
sudah terjadi pula di daerah-daerah
perkebunan, seperti pada perkebunan sawit. Pendirian pabrik-pabrik ini bertujuan
untuk memudahkan petani untuk menjual hasil perkebunan sawitnya, disamping itu pendapatan
ekonomi masyarakat disekitar diharapkan semakin semakin meningkat. Namun
disamping peningkatan ekonomi masyarakat, terdapat pula faktor lain yang tidak
kalah penting untuk diperhatikan. Salah
satunya adalah faktor kesetabilan dan
kelestarian lingkungan hidup. Jika hal ini diabaikan maka kesetabilan dan
kelestarian lingkunghan akan terganggu.
Untuk menjaga agar kesetabilan
dan kelestarian lingkungan tidak terganggu, maka pihak perusahaan atau pabrik-
pabrik dan masyarakat setempat harus melakukan pengelolaan terhadap limbah
dengan cara yang benar. Sehingga pabrik-pabrik
yang keberadaannya sangat dibutuhkan untuk kemudahan dan peningkatan perekonomian
masyarakat tidak menjadi sesuatu yang membahayakan bagi lingkungan
disekitarnya.
B. TUJUAN
Tujuan pembuatan karya tulis ini, adalah :
- Sebagai persyaratan untuk mengikuti lomba karya
tulis jambore nasional.
- Untuk lebih mengetahui tentang air yang berkualitas dan air yang tercemar limbah, khususnya limbah pabrik.
- Untuk mengetahui cara mengelola air yang bersih
untuk dikonsumsi.
4.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
perlunya pengelolaan air,
5. Menghimbau agar pembaca dapat
menyebarluaskan hasil karya tulis yang dibuat oleh penulis, sehingga akan
muncul rasa kepedulian terhadap kualitas air yang baik.
C. PERUMUSAN MASALAH
Berikut
ini penulis mengungkapkan masalah-
masalah, antara lain :
- Bagaimana ciri-ciri air bersih (berkualitas) dan
cara untuk mengetahuinya?
- Bagaimana ciri-ciri air yang tercemar dan bagaimana
mengetahuinya ?
- Apakah limbah pabrik dapat mencemari air ?
- Bagaimana pengelolaan limbah pabrik untuk menjaga kualitas air?
Dari
beberapa permasalahan di atas, maka penulis merumuskan permasalahan , sebagai
berikut :
”
Apakah limbah pabrik berpengaruh terhadap kualitas air dan bagaimana
pengelolaannya?” .
D. METODE PENGUMPULAN DATA
Metode
yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini, adalah
-
Metode
observasi :
yaitu penulis melakukan penelitian dan pengamatan langsung
ke pabrik sawit dan aliran limbah pabrik.
-
Metode
deskriptif :
yaitu metode yang mengambil sumber informasi dari
berbagai sumber (buku, makalah dan berbagai sumber lainnya yang membahas
mengenai pengaruh limbah pabrik terhadap kualitas air dan pengelolahannya).
E. SISTEMATIKA PENULISAN:
A. Kata pengantar
B. Daftar isi.
C. Bab 1. Pendahuluan
D. Bab 2. Pembahasan
E. Bab 3. Penutup
F. LANDASAN TEORI
Primer: Keterangan dan data langsung dari PT.TJS
Sekunder:
1. Air adalah semua air yang
terdapat pada, di atas maupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam
pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air aut yang
dimanfaatkan di darat.
Sumber: - Kep.MenKo Bidang Perekonomian No. KEP. 15/M.EKON/12/2001
2. Limbah adalah buangan
yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah
tangga).
3. “Limbah
adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan”
Sumber:
-PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN
BERBAHAYA DAN BERACUN,BAB I, KETENTUAN UMUM, Pasal 1 (1)
BAB II
PEMBAHASAN
1. Air yang berkualitas dan ciri-cirinya
Tidak semua air aman
untuk dipakai atau dikonsumsi. Terkadang air yang terdapat di
kolam-kolam atau di sungai berbahaya jika digunakan. Air yang kita gunakan
sebaiknya adalah air yang sehat atau berkualitas. Untuk mengetahui apakah air yang kita konsumsi
berkualitas atau tidak, kita dapat melihat dari ciri-ciri sebagai berikut:
Ciri-ciri fisik:
- jernih atau tidak keruh
- tidak berwarna
- tidak berbau
- tidak mengandung padatan
- temperatur normal (29°C)
Ciri-ciri kimia:
- pH
normal (6,8-9,0)
- tidak mengandung bahan kimia beracun
- tidak mengandung garam atau ion-ion logam berbahaya
- tidak mengandung bahan organik
Ciri-ciri mikrobiologis
a.Tidak mengandung bakteri pathogen
2. Air yang tercemar dan cara untuk
mengujinya.
Pencemaran, menurut SK
Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988 “Pencemaran adalah
masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke
dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh
kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara menjadi kurang
atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya”.
Air dinyatakan tercemar
apabila terdapat gangguan terhadap kualitas air sehingga air tersebut tidak
dapat di gunakan untuk tujuan penggunaannya.
Untuk dapat mengetahui
kebersihan air selain dengan melihat dari ciri-ciri nya, kita juga dapat
melakukan analisis sederhana untuk menguji kandungan kimia dan biologis nya.
Analisis ini sangat sederhana sehingga memudahkan kita untuk mencobanya sendiri
di rumah.
a) Analisis untuk menguji kadungan kimia yang terdapat dalam air
dapat dilakukan sebagai berikut:
Setengah gelas air yang
akan diperiksa dicampurkan dengan segelas air teh. Selanjutnya didiamkan dalam
keadaan terbuka hingga satu malam. Periksalah apakah ada perubahan warna,
lendir dan lapisan seperti minyak di permukaan.
Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh
menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawi air tersebut. Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah
pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu
kurang baik dikonsumsi. Dapat digunakan untuk keperluan lain, kecuali untuk
dikonsumsi.
Air yang mengandung
tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh
berubah menjadi hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh,
maka secara kimia kualitas air itu baik.
b) Analisis secara biologi untuk mengetahui kandungan mikroorganisme dan
bakteri dapat dilakukan sebagai berikut:
Air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup. Air
tersebut dibiarkan sampai lima
hari
Setelah lima hari
air diperiksa. Apabila terdapat perubahan warna atau gumpalan warna (putih,
hitam atau hijau), maka air tersebut kurang baik secara biologis (mengandung
mikroorganisme atau bakteri berbahaya).
Air yang baik akan tetap jernih
meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau
gumpalan pada air yang diperiksa menunjukkan semakin tinggi kadar
mikroorganisme yang dikandungnya
3. Pengaruh limbah pabrik terhadap kualitas
air
Di daerah perkebunan sawit yang ada pabriknya,
pabrik tersebut biasanya mengeluarkan
limbah, baik limbah yang berupa gas, cair, dan padat. , sebagaimana
kita ketahui bahwa limbah pabrik yang mengandung berbagai bahan berbahaya, itu
dapat menyebabkan terjadinya pencemaran terhadap air di daerah hilir pabrik.
Di Kabupaten Indragiri
Hulu tepatnya di Desa Talang jerinjing terdapat sebuah pabrik sawit. Menurut
informasi dari media dan keterangan masyarakat disekitar pabrik , bahwa limbah pabrik tersebut menyebabkan ikan-ikan yang
biasanya terdapat di sungai kini sudah sangat jarang ditemukan. Ikan-ikan
banyak yang mati oleh limbah pabrik. Hal
ini menyebabkan penduduk sulit untuk mendapatkan ikan. Tentunya ini sangat
merugikan penduduk.
Melalui pengamatan penulis
yang datang lansung ke pabrik dan
sekaligus meninjau ke lokasi aliran limbah pabrik, memang kondisi air sungai yang dialiri
limbah sangat kotor sekali. Penulis mengambil sample air sungai yang dialiri
limbah yang berjarak 200 meter dari pabrik airnya sangat kotor, sedangkan air
sungai yang jarak ke pabrik 500 meter kotornya sudah berkurang dan ketika
penulis mengambil air sungai yang jaraknya lebih kurang 1,2 kilo meter
kekeruhan air sudah cukup berkurang. Tetapi walaupun demikian tetap saja air sungai tersebut kurang sehat
untuk dikonsumsi.
Jika masyarakat mengkonsumsi air yang sudah tercemar oleh
limbah pabrik, maka akan sangat membahayakan karena dapat menyebabkan berbagai
macam penyakit, diantaranya muntaber, diare, kolera, tipus, disentri dan
menyebabkan iritasi pada kulit.
4. Pengelolaan limbah pabrik untuk
menjaga kualitas air.
4.1. Yang dilakukan oleh pihak perusahaan
Limbah pabrik sawit yang
mengandung berbagai bahan berbahaya jika tidak dikelola dengan baik akan
menyebabkan terjadinya pencemarn air. Hal ini tentu saja akan merugikan kehidupan manusia dan makhluk hidup
lainnya. Supaya hal ini tidak terjadi, maka setiap pabrik harus melakukann
pengelolaan terhadap limbah buangannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut pengamatan
penulis, bahwa pabrik sawit di Desa Talang Jerinjing telah melakukan pengelolaan
terhadap limbah pabriknya. Pengelolaan terhadap limbah pabrik dilakukan dengan
cara menampung limbah cair terlebih dahulu ke
kolam- kolam penampungan limbah, sebelum
limbah tersebut dialirkan ke sungai atau
parit.
Pabrik ini mempunyai tujuh
buah kolam penampungan. Sebelum limbah dialirkan ke parit atau sungai, limbah
pabrik terlebih dahulu ditampung ke kolam
pertama, apabila kolam ini penuh selanjutnya limbah dialirkan ke kolam kedua dan terus sampai ke kolam ke
tujuh. Dari kolam ketujuh ini barulah limbah cair mengalirke parit atau sungai.
Menurut informasi dari karyawan pabrik,
bahwa kolam penampungan akan ditambah sebanyak 2 kolam lagi , yaitu pada
lokasi lebih kurang satu kilo meter dari
pabrik, pada saat ini pembuatannya sedang dalam proses. Apabila kolam penampung
ini selesai dibuat maka pabrik telah memiliki sembilan buah kolam yang akan
segera difungsikan.
4.2. Yang dilakukan oleh
masyarakat
Disamping pengelolaan oleh
perusahaan atau pabrik yaitu dengan pembuatan kolam-kolam
penampungan limbah pabrik, masyarakat juga diharapkan beruapaya agar air yang
dikonsumsi terjaga kualitasnya. Karena jika tidak, kesehatan masyarakat yang
mengkonsumsi air tersebut akan terganggu. Adapun upaya yang dapat dilakukan
untuk mengelola air menjadi bersih diantaranya, sebagai berikut:
1) Membuat kincir air pada aliran
sungai karena kincir air dapat memecah kandungan minyak yang terdapat pada air.
2) Membuat penyaring air sederhana:
Yaitu penyaringan dengan menggunakan alat dan bahan sederhana seperti pasir, batu sungai atau batu kerikil, ijuk,
arang serts alat dan bahan sederhana
lainnya.
3) Memberikan tawas pada air yang
keruh agar kotoran atau benda padat lain yang tidak berguna, menggumpal atau
mengendap.
4) Menggunakan kaporit untuk
membunuh kuman- kuman yang terdapat pada air yang akan dikonsumsi.
5) Menanam tumbuhan air yang dapat
menjernihkan air di sungai, seperti daun kelor, dll.
Pengelolaan air sebenrnya dapat
dilakukan dengan banyak hal diantaranya:
-Pengolahan air secara alami.
-Pengolahan air dengan menyaring.
-Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia (seperti tawas atau chlor).
-Pengolahan air dengan mengalirkan udara (aerasi)
BAB. IV PENUTUP
IV A. Kesimpulan
`Air
merupakan kebutuhan bagi semua makhluk hidup. Tidak ada satupun makhluk didunia
ini yang tidak membutuhkan air. Air yang
sehat dan berkuaitas, mempunyaai keriteria tertentu yang dapat
dilihat dari ciri-ciri fisik, kimia, dan biologisnya.
Selain melihat dari ciri-cirinya, kita juga dapat
melakukan pengujian terhadap air yang kita konsumsi dengan melakukan analisis
sederhana. Analisis tersebut dapat menguji kandungan kimia dan biologis yang
terdapat pada air.
Namun pada saat ini kondisi air sudah tidak
sehat atau dengan kata lain kualitasnya sudah menurun. Hal ini disebabkan
karena air sudah banyak yang tercemar, salah satu penyebab terjadinya
pencemaran adalah karena adanya limbah- limbah pabrik yang mengandung bahan
–bahan yang berbahaya masuk ke parit atau sungai-sungai yang biasanya digunakan oleh penduduk untuk
mengambil air minum, mandi dan cuci.
Agar
kualitas air tetap terjaga maka pihak perusahaan atau pabrik harus melakukan pengelolaan terhadap limbahnya agar tidak
menimbulkan dampak yang sangat merugikan
bagi manusia dan makhluk hidup lain. Untuk mengatasi pencemaran, pabrik melakukan
pengelolaan limbah pabrik dengan cara menampung limbah pabrik terlebih
dahulu ke kolam-kolam penampungan
sebelum limbah masuk ke parit atau sungai. Namun, air limbah yang dialirkan ke
sungai masih mengandung bahan-bahan berbahaya yang sangat tidak bagus jika
dikonsumsi langsung oleh masyarakat.
Untuk
itu, masyarakat juga harus mengelola air sungai tersebut agar aman untuk
dikonsumsi. Upaya yang dapat dilakukan contohnya seperti membuat kincir air,
memberi tawas / kaporit, dan menanam tumbuhan air yang dapat membersihkan air.
IV B. Saran
Karena
air merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan malhluk hidup, maka
kulitasnya haruslah selalu terjaga. Dalam hal ini peran aktif dari semua pihak sangat
dibutuhkan. Untuk itu penulis menyarankan kepada:
Pihak
Perusahaan/ pabrik :
Menambah jumlah kolam-kolam
penampungan limbah dan meningkatkan
kapasitas penampungan, Membuat kincir- kincir air pada aliran sungai supaya
tidak terjadi pengumpalan pada air. Disamping itu perlu pula dilakukan
pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kemampuan/ skill terhadap karyawan bagian
limbah.
Masyarakat :
1.
Menanam tumbuhan air untuk menyaring bahan
limbah, seperti daun kelor, eceng gondok, di sungai dan aliran air tercemar
lainnya.
2.
Membuat penyaringan air walaupun sederhana
untuk menyaring air yang keruh dan kotor.
3.
Menggunakan tawas untuk menjernihkan air yang
keruh dan menambahkan kaporit untuk membunuh kuman pada air tersebut.
4.
Selalu mengawasi kondisi air pada aliran
sungai dan jika mengetahui terjadi pencemaran cepat melapor kepada pihak yang menangani
masalah pencemaran lingkungan.
Daftar
Pustaka
1. Zam-zam,
2009. Dampak Pencemaran Air Bagi Manusia dan Lingkungan. http://www.airminumisiulang.com
. diakses pada tanggal 13 maret 2010
Comments
Post a Comment