Teman, tahukah kalian apa hidup itu sebenarnya? Hmm, entahlah. Pelik mungkin jawabannya dan mungkin akan banyak jawabnya.
Kadang aku bertanya sendiri "mengapa ada orang yang merelakan hidupnya untuk hal-hal yang tak perlu?" Entah berapa banyak pelajar yang putus sekolah hanya karena hamil diluar nikah. Tak terhitung banyaknya remaja yang mati bunuh diri karena cinta. Atau artis yang redup karirnya karena si narkoba. Bahkan kini ditambah dengan orang-orang yang sepertinya asyik sekali meliuk-liukan tubuhnya, berjoget yang entah berapa banyak kini jenisnya, mulai dari: Gangnam style, YKS, bang jali, dan entah apalah itu namanya. Untuk apa?
Atau juga sering aku berfikir "untuk apa kita berbuat baik?". Membagi-bagikan harta kepada orang lain, shalat siang-malam, belajar, mengejar cita-cita, membuat tugas, menegur yang salah, menjadi orang yang (kalau bisa) 'sempurna'. Apa hal itu tidak membuang waktu juga? Kenapa tidak bersenang-senang saja? Toh orang bilang hidup itu cuma sekali, kan?
Ya, teman. Saat kita jenuh mungkin hal itu yang terlintas. Aku pun juga. Lelah, letih, rasanya percuma. Apalagi jika tidak ada reward atas apapun yang kita lakukan. Terlalu munafik rasanya untuk mengatakan "aku tak perduli pandangan negatif mereka", "aku tidak senang mereka memujiku". Mungkin karena aku belum cukup baik untuk merasa seperti itu. Aku ingin. Ingin sekali tak berbuat salah walau mustahil, selalu menjadi yang terbaik setiap saat. Ya, setidaknya menjadi lebih baik lah. Siapa yang tidak mau?
Namu teman, ternyata memang itulah hidup sesungguhnya. Selalu aku berusaha untuk menyadari bahwa kita hdup bukan karena kita, bukan karena orang tua, bukan karena sahabat, atau apaun. Kita hidup hanya karena Allah, untuk Allah dan pasti kembali pada-Nya. Dunia, mecinta, tawa, mungkin hanya sseperti mainan anak-anak yang psti akan kita tinggalkan ketika sudah cukup dewasa untuk menuju dunia berikutnya.
Jika kita tak memiliki nafsu, kita belum pantas disebut manusia. Allah seperti nya sangat sayang pada manusia, hingga hanya manusia lah yang diizinkan nya menjadi perantara diri-Nya untuk mengatur dunia. Segala ketaatan dan kesesatan hanya sebuah jalan. Ya, kemana kita hendak pergi nanti, maka ikutilah jalan itu.
Mungkin terkadang kita salah mengartikan rasa 'bahagia' yang sesungguhnya. Kita meneguk segelas alkohol yang sepertinya dapat membuat kita tenang. Namun sejatinya memang benar kalimat dalam Al-Qur'an "Hanya dengan mengingat allah hati menjadi tenang". Bahagia bukan lah tentang melakukan hal yang kita mau. Tapi melakukan apa yang kita pelu.
Teman, mungkin hanya butuh waktu hingga kita benar-benar mengerti untuk apa kita dilahirkan 'disini'. Karena sseperti yang orang katakan "Setiap orang lahir untuk sebuah alasan". Sepertinya kita masih harus menjadi petualang hebat untuk menemukan nya. Benar. Berjuang ya teman-teman. Berjuang bersamaku. Kelak kita buat dunia ini bangga memiliki kita dan 'Jannah' pun tak sabar menunggu kita, Amin.
Sampai jumpa dan selamat berpetualang!
Selamat berpetualang! :D
ReplyDeleteBismillah...
ReplyDeleteVisit my blog ya,,
Sampun Mas. Doakan agar bisa nyusul kayak Mas Faisal nggih. Hehe
Delete